HTML5 Powered with CSS3 / Styling, and SemanticsLevel Double-A conformance, 
          W3C WAI Web Content Accessibility Guidelines 2.0

Sidang Perkara Penistaan Agama

on Rabu, 29 November 2017. Posted in Berita/Pengumuman Publik

Sidang Perkara Penistaan Agama

Bertempat di Ruang Sidang Utama, pada hari Selasa tanggal 28 November 2017, dilaksanakan sidang perkara Pidana Khusus Nomor : 121/Pid.Sus/2017/PN Wsb dengan klasifikasi perkara Informasi dan Transaksi Elektronik. Dakwaan yang diajukan oleh Penuntut Umum yaitu Terdakwa melakukan Penistaan Agama.  Kejadian tersebut berawal ketika Terdakwa yang sakit hati karena ditolak oleh kekasihnya (Saksi S) untuk dinikahi. Kemudian Terdakwa merasa Tuhan tidak mengabulkan doanya selama ini untuk dapat menikahi Saksi S. Atas kemarahan dan kekecewaannya tersebut, untuk melampiaskan perasaannya, selain dengan tujuan agar orang lain mengetahui sikap Terdakwa yang tidak mempercayai adanya Tuhan dan untuk memberikan pesan negatif bahwa beribadah kepada Tuhan merupakan suatu tindakan bodoh, lalu pada hari Senin tanggal 3 Juli 2017 sekitar pukul 19.30 WIB, Terdakwa melalui akun facebook miliknya, mem-posting kalimat-kalimat yang sangat menyinggung umat muslim dan melecehkan Tuhan, di akun facebook miliknya. Serta pada tanggal 1 September 2017 sekitar pukul 09.30 WIB, Terdakwa mengubah nama profile akun facebook miliknya serta foto profile-nya menjadi gambar ‘kalung warna Putih dengan bandul Salib yang juga berwarna Putih’, padahal Terdakwa tahu bahwa Salib merupakan simbol Kekristenan dan menyadari bahwa tindakannya tersebut dapat memicu rasa permusuhan antara kedua penganut agama tersebut. Karena akun tersebut dapat dibaca oleh publik, kemudian oleh para Saksi yang turut membaca postingan tersebut mencari tahu alamat Terdakwa yang diketahui beralamat di Wonosobo. Kemudian agar tidak dihakimi masa, maka para Saksi menggiring Terdakwa ke Kepolisian Wonosobo untuk diproses di persidangan. Saat persidangan dimulai, area Pengadilan Negeri Wonosobo dijaga ketat oleh Petugas Kepolisian Wonosobo. Perbuatan Terdakwa diancam pidana dalam Pasal 156 Jo Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.